Situs-situs misleading

Kita lihat situs misleading berikut: 

1. https://www.isadanislam.org/ 

Situs "Isa dan Islam" tersebut menjelaskan maksud situsnya dibuat, silahkan lihat sendiri bila mau di link ini: https://www.isadanislam.org/maksud-situs-ini/ 

Artikelnya tidak panjang, berikut sedikit paragraf yang kami kutif di situs tersebut: 

"Pada umumnya Muslim dan Nasrani memandang diri mereka sebagai masyarakat terpisah dengan perbedaan besar. Padahal, dengan mempelajari dua agama besar ini, jelas bahwa pribadi Isa Al-Masih merupakan isu utama. 

.... 

.... 

Juga perlu diingat, bahwa tidak semua orang di negara-negara Barat merupakan pengikut ajaran Isa Al-Masih. Oleh karena itu mereka bukan “Kristen” dalam pengertian yang sebenarnya. Menurut kitab Suci Injil, orang Kristen adalah mereka yang mengikut (menyerahkan diri pada) Isa Al-Masih dan hidup menurut ajaran-ajaranNya.

Artikel tersebut ditutup dengan kontak Email, SMS, dan WA untuk konsultasi lebih lanjut, now what....?  

Sudah jelas situs tersebut bermuatan misleading atau menyesatkan, dari artikel maksud situs itu dibuat mencantumkan dua istilah "Nasrani" dan "Kristen", ini dirasa penting oleh situs itu menulis keduanya karena Islam dalam Al-Qur'an tidak menuliskan kata "Kristen" yang merupakan bahasa Yunani, karena Al-Qur'an tetap berbahasa asli sesuai bahasa Nabi-Nya, yaitu Bahasa Arab. Islam menuliskan "Al-Masih" untuk identitas Nabi Isa, sedangkan Kristen kita tahu menyebutnya Kristus, sebutan bahasa Yunani karena Alkitab Kristen mereka berbahasa Yunani, meskipun Yesus yang disini disebut Nabi Isa jelas bukan orang Yunani. 

Situs tersebut merasa penting menyebutkan kedua istilah tersebut sebagai jalan untuk menyesatkan orang Islam, berusaha memasukkan pemahaman Kristen ke dalam Islam, karena Islam hanya mengenal kata "Nasrani" sebagai sebutan resmi para ahlul kitab yang menisbatkan diri mereka mengikuti Nabi Isa di Al-Qur'an. Kata "Nasrani" juga tidak asing bagi orang Kristen karena Kristen berawal di Asia yang dipengaruhi kultur Abrahamic dimana bahasa yang digunakan masih serumpun, Bahasa Aram, Bahasa Arab, Bahasa Ibrani. Selanjutnya kata "Nasrani" dalam sejarahnya disebut oleh Komunitas Kristen sebagai kelompok heretic, karena itu menunjukkan sebutan kepada kelompok minor mereka yang di vonis sesat oleh otoritas mereka dalam sidang-sidang konsili yang sering digelar kala itu untuk mengatasi perbedaan teologi mereka secara voting. 

Langkah awal misleading adalah memasukkan istilah kata "Kristen" agar lebih akrab ditelinga daripada kata "Nasrani", karena sekarang kata "Kristen" ini yang mayoritas dipakai, sedangkan kata "Nasrani" hanya eksis di literasi Kitab Suci dan manuskrip. 

Situs tersebut menggarisbawahi pribadi Nabi Isa sebagai isu utama antara Islam dan Kristen, perhatikan situs ini tidak menuliskan kenabian Isa, dengan sebutan Nabi Isa, karena poin yang mau dicapai situs ini adalah ketuhanan Isa, maka mereka mendesain masalah Islam dan Kristen bisa selesai bila Islam menerima ketuhanan Isa sebagai faktor isu utama yang dimaksud. Mereka menerima sebutan "Isa Al-Masih" karena kata "Al-Masih" telah mereka kultuskan sebagai identitas yang melekat sebagaimana kata Ibrani yang serupa yang diterjemahkan ke Yunani menjadi "Kristus", hal-hal kecil ini bukan kecil dimata mereka, tapi sudah seperti strategi brainwash, tidak heran nomenklatur kalender di Indonesia yang beredar biasanya tertulis "Isa Al-Masih" sekarang diganti "Yesus Kristus" untuk menghilangkan ambigu dan memberikan kepastian kepada komunitas Kristen, entah apakah mereka senang dengan perubahan nomenklatur ini, karena memang secara universal sebutan "Yesus" itu berarti untuk komunitas Kristen dan tidak tertukar dengan sebutan "Isa" secara teologi, tapi kita lihat sendiri bagaimana situs "IsadanIslam" ini berusaha mempertahankan nama Isa untuk kepentingan misionaris Kristen mereka agar orang-orang keluar dari Islam dan memeluk Kristen. 

Pribadi Isa Al-Masih yang disebut situs tersebut sebagai isu utama, dari perspektif kami beliau adalah seorang Nabi Bani Israel dan telah berlalu Nabi-Nabi sebelumnya yang semuanya tidak melampaui manusia jadi Tuhan, tidak juga Isa Al-Masih yang tetap manusia tidak berderajat ketuhanan. Maka menuhankan Nabi Isa adalah sebuah kemusyrikan yang besar. Ini point of view kami dari isu utama yang diangkat situs sesat tersebut. 

Hal-hal kecil brainwash lain yang diperhatikan adalah penamaan situsnya yang fokus pada nama ISA dan ISLAM sebagai titik isu utama untuk tujuan misleading karena menurut mereka problemnya ada di pihak Islam, bukan mereka. Maka tidak heran juga meskipun situs tersebut menyediakan kolom komentar, tapi semuanya melalui kontrol admin mereka yang tidak malu menghapus dan tidak mempublish komentar yang masuk yang tidak menguntungkan mereka. Tidak ada fair play dalam kamus misionaris mereka. 














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Situs-situs Sesat