Situs-situs yang menyesatkan
Masih membahas kesesatan situs "isadanislam".
Kali ini mengkaji artikelnya berjudul: "Pemberian Zakat dalam Islam dan Sedekah dalam Kristen"
Yang jadi isu utama di semua topik artikel situsnya tetap tidak jauh dari menuhankan Yesus yang jadi misi tujuan mereka, termasuk di artikel "Zakat dan Sedekah" satu ini. Silahkan lihat artikelnya kalau mau di link ini: https://www.isadanislam.org/perbandingan-kristen-dan-islam/tujuan-membayar-zakat/
Sebenarnya dalam Alkitab Kristen mereka, kewajiban memberikan sebagian harta itu di wajibkan, jadi bukan berupa sedekah yang sifatnya suka rela, kewajiban ini sudah ada di Perjanjian Lama Alkitab Kristen dan Yesus dalam hidupnya juga tidak menghapus kewajiban ini, barulah setelah Yesus mati, maka Kristian mulai mematikan semua aturan yang dibuat Yesus dan para Nabi-Nabi dengan dalih Yesus telah membayar lewat kematiannya sehingga segala aturan yang dibuat juga ikut mati.
Pada praktek dilapangan, yang Kristian sebut "Sedekah" perpuluhan di gereja-gereja setempat itu bukan lagi "Sedekah", bahkan terkadang bisa jadi memaksa, apalagi jika Pastor dan yang bertugas digereja tersebut mengikuti hidup selibat sehingga praktis "Sumbangan" perpuluhan dari jemaatnya selalu ditunggu-tunggu bahkan bisa jadi investasi dan bisnis yang menggiurkan karena Pastor dan lainnya senantiasa mendoktrin pentingnya melayani Tuhan sehingga para jemaat disitu tidak pikir panjang "membakar" uang mereka ke gereja, ini menimbulkan dampak persaingan tidak sehat antara gereja satu dengan gereja lainnya, dimana perpindahan jemaat gereja ke gereja lain itu menimbulkan kebencian atau conflict of interests sesama mereka, makanya timbulnya bermacam sekte atau denominasi Kristen antara lain karena hal ini....
Hal ini bisa jadi faktor kenapa kemudian ada gereja kosong yang ditinggalkan jemaatnya lalu gereja tersebut dijual, dialih fungsikan, sebab sudah tidak menguntungkan, dari aspek teologis pun Kristian meyakini kiblat mereka bukan di gereja, sejak kematian Yesus, mereka meyakini Yesus sebagai sentralitas kiblat mereka yang baru, tidak lagi pada Bait Suci yang masih di praktikkan penganut teologi lain diluar Kristen. Akan tetapi pembangunan gereja itu tetap penting buat komunitas mereka dan konsolidasi, tentu saja bisnis perputaran "Sedekah" perpuluhan tetap jadi daya tariknya, sehingga meski tidak ada kiblat disitu, mereka telah menemukan kiblat fisik yang baru, yaitu uang perpuluhan.
Ditinjau dari aspek psikologis, karena praktik wajib "sedekah" sudah tidak wajib bagi Kristen semenjak matinya Yesus, maka secara teologi juga mereka tidak terbebani banyaknya uang atau harta yang mereka kumpulkan, sehingga sedekah atau tidak sedekah itu hanya opsional saja, karena aturan muamalah yang diturunkan Tuhan tidak berlaku ketika Tuhan (Yesus) mati.
Disini bisa dilihat perbedaan Islam dan Kristen dari aspek ini, sebab karena tidak adanya tuntutan kewajiban sedekah inilah faktor materi yang disebut "menarik hati", kemusyrikan yang gaya hidupnya hedon dimana uang yang mereka kumpulkan karena klaim jerih payah sendiri, kenapa harus di sedekahkan? Lebih baik buat operasi plastik fisik mereka biar lebih lebih lagi cantiknya, kosmetik yang mahal, dan lainnya.... sehingga mata kita melihat mereka sangat menarik hati, hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya skandal gereja di lingkungan mereka sendiri, semua ini tidak lepas dari hilangnya aturan wajib menafkahkan sebagian harta yang dimiliki sehingga membuat kurangnya empati dan simpati yang tergantikan oleh nafsu dan birahi.
Situs "isadanislam" memberikan penjelasan dari dua sisi di artikelnya:
1. Dalam pandangan Islam, memberikan harta bisa menyucikan diri. Karena menjadi pengingat hati kepada Allah bahwa harta bukan milik kita, melainkan hanya titipan Allah.
2. Pandangan umat Nasrani adalah bahwa Allah mengasihi manusia. Sehingga Ia yang menyediakan jalan agar kita bisa selamat. Caranya melalui Isa Al-Masih sebagai perwujudan kasih-Nya. Kita hanya perlu mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka dosa kita terampuni. Juga kita akan mendapat jaminan surga.
Dari keterangan tersebut, situs "isadanislam" mengutip Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 103 (Qs 9:103).
9-at-taubah/ayat-103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Situs tersebut menjadikannya poin utama bahwa Islam mengajarkan membayar zakat mampu menghilangkan dosa. Situs tersebut tidak menjelaskan maksudnya menghilangkan dosa itu sifatnya temporer atau selamanya pada dosa sebelum zakat atau dosa yang mungkin timbul setelah zakat, jelasnya mereka menghubungkannya dengan tiket masuk ke Sorga, dimana Yesus sudah mati menanggung dosa mereka, sehingga zakat tidak mereka perlukan lagi, tapi berupa sedekah yang tidak wajib. Kemudian mengutip pertanyaan dari teman muslim mereka, “Jika bukan untuk surga, untuk apa melakukannya? Jika demikian persembahan menjadi tidak wajib.”
Tendensi pertanyaan itu dimunculkan untuk memicu psikologi bahwa zakat dalam Islam itu tidak efektif seperti cara Kristen menghilangkan dosa dengan "membunuh" Tuhan mereka (Yesus).
Islam sendiri berulangkali dalam Kitab Sucinya mengatakan:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain
Dalam Alkitab Kristen Perjanjian Lama pun ditulis demikian, jelas Kristen tidak mengambil hukum disitu, tapi sebatas historical saja, sepertinya para Nabi-Nya yang diturunkan sebelum datangnya Yesus itu hanya buang-buang waktu saja karena yang mereka ajarkan kepada kaumnya menjadi tidak berarti dengan matinya syariat dimata Kristen, berikutnya Kristian membombardir pertanyaan, "Apakah Membayar Zakat dapat Menjamin Surga? Apakah dengan membayar zakat semua dosa kita pasti terampuni? Dapatkah kita menjadi yakin akan masuk surga?
Kita jawab itu dengan psikologi bahwa manusia punya tendesi berbuat salah, dan tiap kesalahan itu bisa manusiawi yang tidak berakibat dosa. Contoh kecilnya tidak menjawab sapaan orang, ini salah yang bukan dosa, karena boleh jadi sudah dijawab dengan gestur tubuh misalnya mengangguk dan lainnya. Tidak menyingkirkan paku atau duri dijalan yang ditemuinya, dan lainnya remeh temeh sehari-hari, konyolnya hal-hal kecil itu juga bisa jadi sebab pertengkaran karena satu dan lain hal, tapi jelasnya yang dilakukan situs "isadanislam" sudah bisa disebut dosa besar yang lebih besar dari pembunuhan karena menyebarkan fitnah yang menyesatkan.
Hal yang paling masuk akal dilakukan orang yang bertobat dari dosa yang ia perbuat adalah dengan menafkahkan hartanya. Negara-negara didunia juga bertindak masuk akal dengan menyita harta para koruptor, para pembunuh juga disidang di pengadilan dengan vonis mati atau diyat denda harta yang besarannya ditentukan pihak korban, ini dimungkinkan karena second chance pintu tobat yang disediakan pihak berwajib sebagai fasilitator, mediator dengan membayar ganti rugi kematian seseorang dimana keluarga korban yang ditinggalkan memegang hak suara sebagai pihak yang dirugikan, maka dalam persoalan zakat itu fungsinya kurang lebih sama untuk menyucikan jiwa karena harta yang kita miliki ada hak orang lain disitu, mudahnya kita makhluk sosial, kita tidak hidup sendiri, kami kira ini bisa dimengerti kalau punya akal sehat. Makanya tidak bisa matching dengan cara Kristen menebus dosa dengan menuntut Yesus menanggung dosa semua orang.
Kami kutip 2 ayat Al-Qur'an berikut: Surat Al-Baqarah Ayat 214 dan Surat Ali 'Imran Ayat 142.
2-al-baqarah/ayat-214
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
3-ali-imran/ayat-142
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Jadi dua ayat suci diatas telah menjawab bagaimana baiknya masuk Surga itu, yaitu dengan berusaha seperti yang diamanatkan Yesus juga di Matius 5:20 "Maka Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, kamu tidak akan memasuki kerajaan surga jika kesalihanmu tidak lebih daripada kesalihan ahli Taurat dan orang Farisi.”
Menyucikan jiwa karena zakat itu seperti terminologi "Kelahiran Kembali" atau "Born Again", juga seperti keadaan seseorang yang bertobat, ini sudah kita bahas pada kajian situs " isadanislam" topik, "Ini Rahasia Menjadi Manusia Baru: Hijrah Yang Sesungguhnya" di link kita berikut: https://debatantaraislamdankristen.blogspot.com/2024/12/situs-situs-sesat.html?m=1#more
Komentar
Posting Komentar